Rabu, 26 September 2012

Pertemuan BKSN ke-4

Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan:

PERTEMUAN IV 

YESUS MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR 

(Yohanes 2:1-11)


Nyanyian Pembuka (fakultatif)PembukaP : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
P : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
Pengantar Singkat
Pemandu menyampaikan pengantar singkat mengenai Teks yang akan dibaca dan direnungkan. Bisa juga ditambahkan 
Pernyataan Tobat, tetapitidak harus.
Doa Pembuka
P : Marilah kita berdoa bersama-sama
U : Allah, Bapa kami, sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Saat ini kami akan membaca dan merenungkan sabda-Mu. Bersabdalah, ya Tuhan, kami mendengarkan. Bukalah telinga kami supaya dapat mendengarkan sabda-Mu, penuhilah hati kami dengan firman-Mu. Bersihkanlah budi kami dari pikiran-pikiran yang mengacaukan dan sucikanlah hati kami dari keinginan yang menyesatkan. Semoga, kami dapat mendengarkan, mengerti, meresapkan, dan melaksanakan sabda-Mu sehingga hidup kami Kau perbarui. Demi Kristus, Tuhan kami. 
Amin.
 
Lectio (Membaca) - Yohanes 2:1-11
Teks Kitab Suci dibaca: bisa oleh pemanduatau petugas yang dituntuk, bisa bersama-sama, bisa bergantian ayat per ayat. 
Sangat diharapkan agar teks dibaca berulang-ulang, minimal 3x supaya umat dapatmeresapkan dan memahami sabda Tuhan.Pemandu dapat menyampaikan penjelasan singkat:
Peristiwa ini terjadi di Kana yang di Gelilea. Pada waktu itu, Yesus sudah meninggalkan Nazaret dan menetap di Kapernaum. “Ia meninggalkan Nazaret dan menetap di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali” (Mat 4:13). Mengingat bahwa Ibu Yesus ada di sana (ay. 1),sementara Yesus juga diundang ke pesta itu (ay. 2), tampaknya yang empunya pesta mempunyai hubungan erat dengan keluarga Yesus. Begitu eratnya sehingga Yesus, yang waktu itu tidak berada di rumah, merasaperlu untuk datang ke perkawinan tersebut.Dalam Injil Yohanes, Bunda Yesus memang tidak pernah disebut dengan namanya. Ia selalu disebut dengan „Ibu Yesus‟ (Yoh 2:1.3.5.12; 19:25).
Cara penyebutan ini merupakan sebuah kebiasaan di kalangan orang Timur

Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan Tengah yang menjadi gelar penghormatan untuk memuji seorang ibu yangmemiliki anak. Pesta itu berlangsung sangat meriah dan para tamu yang hadir lebih banyak daripada yang diharapkan sehingga tuan rumah kehabisan anggur. Artinya, keluarga yang punya hajat ini kemungkinan keluarga terpandang dan mempunyai banyak relasi sehingga tamunya banyak. Meski Yesus memprioritaskan misinya untuk orang-orang miskin dan kecil, namun Yesus tidak anti orang yang besar dan kaya. Dalam pesta seperti itu tuan rumah pertama-tama menyajikan anggur yang baik. 
Kalau anggur yang baik sudah habis, baru disajikan anggur yang kurang baik. Masalah terjadi ketika anggur habis. Jangankan anggur yangbaik, yang kurang baik pun tidak ada lagi. 
Terjadilah kepanikan besar ditengah pesta itu karena tidak ada lagi anggur yang dapat disajikan sementara masih banyak tamu yang hadir. 
Apalagi, waktu sudah malam sehingga orang tidak dapat lagi membeli anggur. Tuan rumah dan penyelenggara pesta bisa dilanda rasa malu karena dapat dituduh mengundang orang untuk datang ke pesta, tetapi tidak menjamunya.
Menurut tradisi Yahudi, hari perkawinan dan lamanya pesta berbeda-beda, sesuai dengan siapa yang menikah. Jika mempelai wanita adalah seorang gadis, perkawinan diadakan pada hari Rabu dan pesta perkawinan berlangsung selama tujuh hari (Kej. 29:27; Hak 14:12). Jika mempelai wanita adalah seorang janda, perkawinan diadakan pada hari Kamis dan pesta berlangsung selama 3 hari. 
Jika penikahan itu antara janda dan duda, pesta hanya berlangsung sehari. 
Kita tidak tahu persis kapan keluarga yang punya hajat ini kekurangan anggur dan berapa lama pesta diadakan. Yang jelas, anggur sebagai hidangan utama habis, padahal pesta belum selesai. Melihat situasi ini, Maria mendatangi Yesus dan memberitahu, “Mereka kehabisan anggur” (ay. 3). Yesus memang belum pernah melakukan mukjizat sebelumnya, namun Maria sungguh mengenal Yesus. Ia mengetahui bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu untuk menolong mereka. Maka, ketika Yesus menjawab, “Mau apa engkau daripada-Ku lbu? Saatku belum tiba!” (ay. 4), Maria tetap tenang. Ia tidak menghiraukan keberatan Yesus. Ia langsung menemui para pelayan dan meminta mereka untuk melakukan apa pun yang diperintahkan oleh Yesus (ay. 5).Walaupun tampaknya keberatan, Yesus memenuhi permintaan ibu-Nya. Ia menyuruh para pelayan mengisi tempayan yang biasa dipakai untuk membasuh kaki para tamu dengan air. “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air” (ay. 6-7). Setiap tempayan itu dapat diisi dengan 80-120 liter air. Kemudian Yesus meminta pelayan mencedok air itu dan memberikannya kepada pemimpin pesta. Air yang biasa digunakan untuk membasuh kaki itu telah berubah menjadi anggur yang terbaik (ay. 8-9). Tempayan yang tadinya merupakan tempat air sebagai sarana penyucian menurut adat Yahudi, kini diubah menjadi tempat untuk anggur. Ketika pemimpin pesta itu mencicipi air yang te1ah menjadi anggur, ia bingung bagaimana mungkin tiba-tiba ada anggur terbaik. Ia pun menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan memanggil mempe1ai laki-laki lalu berkata kepadanya, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang” (ay. 9-10). Untung, mereka mengundang Bunda Maria dan lebih-lebih Yesus sehingga masalah teratasi dengan baik. Sekarang, tuan rumah dapat menjamu para tamu yang masih berdatangan dan mereka pun, terutama mempelai itu,terhindar dari rasa malu. Kisah ditutup dengan ay. 11 yang berbunyi “Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Para pelayan, para murid Yesus dan kita sebagai pembaca menjadi saksi mukjizat yang dibuat Yesus.
 
Meditatio (Merenungkan) 
Pemandu mengajak peserta untuk hening dengan mata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta untuk mengingat atau membayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini. Bisa disampaikantuntunan berikut ini: 

1. Ingatlah dan bayangkan peristiwa yang terjadi, suasana dalam perkawinan, para tamu berdatangan termasuk Yesus dan para murid. Betapa bahagianya kedua mempelai dan keluarga mereka. Para pelayan menghidangkan jamuan dan para tamu menikmati dengan sukacita. Tiba-tiba, anggur habis. Tuan rumah bingung bukan kepalang. Bunda Maria menangkap apa yang terjadi kemudian mendekati Yesus, dan seterusnya …. Sampai akhirnya mereka kembali bersukacita karena tiba-tiba ada persediaan anggur terbaik yang melimpah. 
Pemandu atau petugas dapat membantu dengan membacakan kembali teks secara pelan-pelan dan setiap selesai satu ayat atau satu kalimat berhenti sejenak. Bisa juga diiringi dengan musik instrumen rohani.
 
2. Bagian kisah mana atau kata-kata mana yang mengesan?
Misalnya: 
1) Keluarga yang mengadakan pesta dan mengundang Yesus serta Bunda Maria. Untung mereka mengundang Yesus dan Bunda Maria sehingga ketika muncul masalah, dapat teratasi dengan baik. 
2) Bunda Maria sangat peka terhadap persoalan yang terjadi. Tanpa ragu, ia juga memohon agar Yesus, puteranya, berbuat sesuatu untuk menolong mereka. 
3) Para pelayan manut, tanpa banyak tanya melakukan apa yang diperintahkan Bunda Maria dan Yesus. 
4) Yesus berkenan hadir dalam pesta perwakinan memenuhi dan menghormati undangan tuan rumah. Meskipun mengatakan „saatnya belum tiba‟, akhirnya Yesus berbuat sesuatu. Kehadiran Yesus menjadikan masalah dapat teratasi dengan baik.
Selanjutya, bagian kisah atau kata-kata yang mengesan itu diperdalam. Apa pesannya untuk saya? 
 
Misalnya:
Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan: 
1) Saya terkesan dengan keluarga yang punya hajat. Mereka mengundang Yesus dan Bunda Maria. Saya juga akan selalu mengundang Yesus dan Bunda Maria dalam keluarga saya dan dalam kehidupan sehari-hari melalui doa-doa yang tekun. 
 2) Saya diingatkan untuk seperti Bunda Maria, yaitu menjadi orang yang peka terhadap orang lain, khususnya mereka yang sedang mengalami kesulitan. Kemudian seturut kemampuan, saya akan berusaha membantu mencari solusi. 
 3) Seringkali, saya merasa tidak tahu apa kehendak Tuhan. Namun, saya diingatkan untuk seperti para pelayan, yang kendati tidak tahu apa maksud Tuhan, tetap melaksanakan dengan taat, tanpa banyak tanya. Hasilnya pasti baik. 
4) Saya terkesan dengan Yesus yang berkenan hadir memenuhi undangan keluarga yang punya hajat. Maka, iman saya sungguh diteguhkan: Yesus pun pasti juga berkenan untuk selalu hadir dalam hidup dan keluarga saya serta membantu saya menghadapi berbagai macam persoalan yang saya hadapi. 
Keempat pesan di atas hanya sekedar contoh. Pilih saja salah satu yang paling mengena atau sangat mungkin peserta menemukan pesan tersendiri untuk dirinya sendiri.
 
4. Tulislah (bagi yang bisa nulis!) bagian kisah atau kata-kata mana yang mengesan itu, juga pesan atau inspirasi yang didapatkan!
 
5. Sharing : bagikan atau ceritakan hasil renungan Anda! (Usahakan agar semua sharing sehingga saling menguatkan dan meneguhkan)
 
Oratio (Berdoa) 
Pemandu mengajak peserta untuk berdoa berdasarkan renunganatas Sabda Tuhan. Kiranya baik, kalau peserta diminta membuat dan menulis doa nyater lebih kemudian membacakannya. Namun, bisa juga doanya langsung (spontan) Isi doa, misanya 
1) Bersyukur karena diteguhkan; 
2) Mohon ampun danbersyukur karena ditegur dan diingatkan; 
3) Mohon berkat untuk niat yangakan dilaksanakan. 
 
Setelah semua menyampaikan doanya, didoakan “BapaKami” secara bersama-sama.
 
Contemplatio in Actione 
Pesan dan inspirasi yang didapatkan dari merenungkan Sabda Tuhan dingat dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Maka, peserta diminta untuk merumuskan niat konkret yang akan dibuat berdasarkan pesan dan inspirasi dari sabda Tuhan. ( Membangun Niat )
 
Berkat :
Supaya kita diberi kekuatan dalam mengingat dan melaksanakan Sabda Tuhan, khususnya dalam melaksanakan niat kita, maka kita mohon berkat Tuhan. Boleh juga, sebelumnya didoakan doa penutup atau doa malam, baru kemudian berkat.
 
P : Semoga, kita semua dan niat-niat kita untuk melaksanakan Sabda Tuhan, senantiasa dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin 
 
Nyanyian Penutup (fakultatif) 

Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan Kesimpulan & Catatan : Sebaiknya setiap kali pertemuan dibuatkan catatan sebagai dokumentasi. Misalnya dengan form sbb:
1. Bagian kisah/peristiwa dan kata-kata/kalimat yang mengesan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………2. 2. Pesan/inspirasi yang saya dapatkan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………3. 3. Doa saya………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………4. 4. Niat saya:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar